Senin, 23 Februari 2009

Pengen Yang Anget-Anget? BIkin "Mie Siram Medan" Aja!

Lagi mendung plus dingin, ngidamnya pasti yg anget-anget seger. Cobain deh bikin Mie Siram Medan. Kuahnya kentel, rasanya gurih + asem + pedes gitu...manteplah! Jangan ngeri dulu liat antrian bahan-bahannya, bikinnya gak susah kok!

Bahan: 

Mie basah,enaknya yg agak tebel,seduh air panas

Kuah: 

Minyak
±3sdm Jahe
±2cm,geprek
Pala ±1cm,memarkan
5 butir cengkeh
Kecap manis ±2 sdm
Gula ±5 sdm (rasanya emang agak manis)
Udang kupas
Kaldu ayam 1,5-2L
Garam
3sdm tepung beras/maizena dilarutkan dgn sdkt air

Bumbu halus: 

10 butir bawang merah
5 butir bawang putih
1 sdm ketumbar
1 sdm merica
Udang kering/ebi
Sedikit udang kupas Garam

Pelengkap: 

Kentang rebus
Telur rebus
Timun,belah 4,potong
Tauge,seduh air panas sebentar
Bawang goreng
Jeruk nipis
Cabe rawit iris

Untuk buat kuah: 

  • Tumis bumbu halus,jahe,cengkeh,pala,udang sampai harum+mateng,tambah kaldu dan bahan kuah yg lain.
  • Tunggu sampai mendidih.kalo rasa udah pas,asin manis gurih,masukkan larutan tepung beras sambil diaduk.masak lagi sebentar.
Penyajian:

  • Di dalam mangkok,atur mie,kentang,tauge,timun,telor. 
  • Siram kuah panas2.kasih bawang goreng,cabe rawit,perasan jeruk nipis. 
  • Pake emping juga enak 



*bikin kuah untuk sekali makan,langsung abis,soalnya kalo di diemin dulu terus di panasin lagi,kuahnya jadi agak cair, mengurangi rasa.

- Selamat Masak! -



“Klik Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). disini“

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]