Selasa, 13 Desember 2011

The Importance of Measuring Cups

Hai teman-temen, mbak-mbak, ibu-ibu... Ada yang suka eksperimen masakan luar kah? (luar negeri maksutnya) Kalo ada, suka kebingungan gak sih ngukur bahan-bahannya kalo di resep semua ukuran ditulis dalam "cup"?

Eits, bukannya kita harus ngukur pake gelas ato cangkir yah. Tapi, cup itu ada ukurannya sendiri. Jadi, kita harus convert dulu dari ukuran cup ke gram ato cc. Tapiiiii... beda bahan beda ukuran loh dan beda negara, beda juga ukuran convertnya (hayyah...merepotkan!). Jangan sampe kejebak dan hasil eksperimen jadi gagal!

Untuk 1 cup bahan cair, ada yang bilang setara dengan 250cc. Tapi di US, 1 cup bahan cair setara dengan 236,59ml. Ada juga yang langsung ngebuletin jadi 240ml. Untuk 1 cup bahan padet juga sama. Malah gue jauh lebih sering kebingungan sama nge-convert bahan padet daripada bahan cair. Ada yang bilang 1 cup bahan padet sama aja ukurannya dengan bahan cair. Tapiiii...(again) ada di salah satu website masak (lupa namanya) yang bilang kalo measurement untuk bahan-bahan kue itu beda. (nah loh!) Di situ ditulis kalo untuk ukuran tepung, 1 cup = 125gram, dan untuk ukuran butter atau mentega, 1 cup = 227gram. Pusing gak tuuuh? Pantesan pernah bikin kue pake ukuran convert ini, tapi hasilnya tampak beda teksturnya, ngembangnya hiks...

Udah deh, akhirnya gue gak mau ambil resiko. Mulailah perburuan measuring cup. Setelah nyari di Carrefour, Mutiara Kitchen (buat yang di Bandung pasti tau tempat ini) sama di LotteMart, akhirnya di tempat terakhir itu gue gak sengaja nemu. Pas lagi ada special price pula (horee!). Gue beli cuma 20ribu. Dan setelah pake ukuran cup beneran, akhirnya semua yang gue coba berhasil dengan baik.




Bagaimana? It is IMPORTANT to have measuring cups if you love cooking western food.

-Selamat Masak!-



“Klik Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). disini“

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]