Selasa, 16 Agustus 2011

Tumis Pedas ikan Peda

Bulan puasa seringnya banyak ngidam ini itu. Tapi kadang juga butuh makanan penggugah selera sih ya, soalnya suka males makan kalo udah waktunya buka. Makanan asem-asem atau yang pedes-pedes paling pas dijadiin makanan pembangkit selera makan. Kalo buat orang Sunda, seperti eyks, ikan asin atau sambel yang paling yahud.

Bahan:

- 2 ekor ikan asin peda, goreng sampai matang, tiriskan. Buang minyaknya.
- 4 siung bawang merah, iris.
- 2 siung bawang putih, iris.
- 1 buah tomat merah, potong 8
- cabai rawit sesuai selera, potong-potong.
- cabai rawit utuh, beberapa aja.
- gula
- garam
- 3-5 sdm minyak goreng

Cara Buatnya:
- Panaskan minyak, tumis bawang merah, bawang putih, tomat ±5menit sampai semua layu dan matang.
- Masukkan cabai rawit, gula, garam sedikiiiiit ajah (ingat!!! Ikan peda kan asin banget yaa..)
- Masak lagi ±5 menit.
- Angkat, siram di atas ikan peda goreng.



*cocok banget dimakan sama ayam goreng plus sayur asem.
*ikan asin peda yang dipakai yang ikan peda merah ya, lebih enak.
*kalo takut kepedesan, cabai rawit potongnya sedikit aja, cuma untuk ngasih rasa pedes di minyaknya, sisanya biarkan utuh, supaya aman.

- Selamat Masak! -



“Klik Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). disini“

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]